Kamis, 19 November 2009

Santa Odilia, Tolak Kemewahan Dunia, Pilih Pelayanan

Santa Odilia, Tolak Kemewahan Dunia, Pilih Pelayanan.jpg
Reformata.com - SADARKAH Anda betapa besarnya anugerah Allah dalam hidup setiap orang? Coba bayangkan, betapa bersyukurnya orang mendapat kesempatan untuk menikmati indahnya dunia ini dengan kedua matanya. Mata adalah anugerah besar yang tak boleh dinafikan keberadaannya. Dengan mata, orang dapat memandang karya Allah yang agung, begitu besar, hingga mampu memaksa bibir berucap syukur. Lantas bagaimana dengan orang yang terlahir buta? Apakah mereka juga dapat bersyukur, meski tak sekalipun pernah melihat secara langsung besarnya karya Allah dalam dunia?
Adalah Santa Odilia, putri pasangan bangsawan Aldaric dan Bereswinda yang terlahir buta, seorang santa Katolik yang sejak kecil hidup sengsara dan dibuang – namun di kemudian hari beroleh anugerah Tuhan untuk kembali menikmati hidup, bahkan membaktikan hidupnya bagi kemanusiaan.
Mendapati anaknya terlahir buta, Aldaric ayah Odilia, yang juga seorang tuan tanah yang kaya raya itu pun kemudian berniat membunuh Odilia. Ibarat jatuh, tertimpa tangga pula – sudah terlahir buta, Odilia kecil pun hendak disingkirkan dari keluarganya sendiri – demi menutupi perasaan malu dan perasaan rendahnya martabat memiliki anak buta. Sebelum tindakan nekat Aldaric betul-betul terlaksana, Bereswinda, ibu Odilia kemudian melarikan bayinya ke suatu tempat yang aman, di rumah seorang petani perempuan mantan pekerja atau lebih tepatnya pembantu di rumah tangga mereka.
Bereswinda meminta bantuan mantan pekerjanya itu agar berkenan merawat Odilia, dan mau membawa Odilia ke tempat nan jauh, agar Aldaric tak dapat menemukan anaknya itu. Baumeles-Dames, dekat Besan-con, sebuah biara para suster (susteran) adalah pilihan yang tepat untuk berlindung dari niat jahat Aldaric yang memang sudah tahu pelarian Odilia oleh ibunya itu. Beruntung betul, suster-suster di biara bersedia menerima dan merawat Odilia, bahkan hingga usia bayi malang itu menginjak dua belas tahun.baca selengkapnya..

Kamis, 29 Oktober 2009

Peter Cartwright, Tak Takut Menegur Presiden

Peter Cartwright, Tak Takut Menegur Presiden

Peter Cartwright, Tak Takut Menegur Presiden.jpg
Reformata.com “Para pengkhotbah keliling yang pertama kali ada merupakan orang-orang yang lebih hebat dari siapa pun, mampu melayani di tengah kekacauan. Tidak ada seseorang yang benar-benar gagah, berani di mana pun.” (Edward Eggleston)
DEWASA ini tak sedikit orang mulai “meragukan” militansi pemberita Injil masa kini – setidaknya jauh berbeda sama sekali dengan semangat dan militansi para penginjil dahulu. Karena itulah, tidak ada salahnya jika kita membuka ulang berkas lama, menilik, mencari dan menjelajah kembali jejak para penginjil terdahulu yang penuh semangat mewartakan berita bahagia.
Bagaimana dengan Peter Cartwright? Ya, Peter Cartwright adalah satu dari se-kian banyak penginjil pendahulu yang memiliki semangat yang patut diteladani. Masa muda pria kelahiran Virginia 1 September 1785, dari Keluarga Cartwright terkenal dengan laku yang sama sekali tak terpuji. Bagaimana tidak, hidup Peter setiap harinya diwarnai dengan aktivitas berjudi, berkelahi, dan getol betul ikut judi balap kuda. Itulah masa lalunya. Peter meninggal pada 1872.
Namun setelah mengalami pertobatan, sikap Peter berubah sama sekali. Kerin-duanya untuk menceritakan, mempersaksikan hidupnya sebelum dan setelah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya untuk memberkati banyak orang.
Gayung bersambut, kerinduan yang begitu besar untuk melayani Tuhan seolah mendapat jalan di awal kepindahan keluarganya. Gereja tempat keluarga Peter berjemaat, Gereja Methodis Episkopal, memberikannya ijin untuk membentuk suatu kelompok jemaat baru di daerah di mana ia tinggal nantinya. Pen-delegasian tersebut betul-betul diresponi Peter dengan sangat baik. Dengan menunggang kuda ia pun berkhotbah keliling meninggalkan keluarganya untuk menyebarkan Injil ke pedalaman Kentucky, Tennessee, Indiana, Ohio, dan Illinois.baca selanjutnya,..

Rabu, 14 Oktober 2009

Rembrandt, Memadukan Seni dan Spiritualitas

Rembrandt, Memadukan Seni dan Spiritualitas.jpg
HIDUP tak sekadar apa yang tampak oleh mata. Kehidupan adalah sekum-pulan misteri yang penuh dengan beragam tanya dan arti yang tak dapat diurai de-ngan pandangan mata dan visuali-sasi. Tak sekadar makna dan arti, hidup juga dipe-nuhi berjuta ke-indahan estetika yang layak dinik-mati, bahkan digali untuk kemudian divisualisasi dan diekspresikan kembali, sehingga dapat dinikmati oleh lebih banyak orang. Hanya orang yang memiliki jiwa senilah yang mampu merasuk ke dalam misteri kehidupan, memandang beragam hal yang tak tampak oleh mata manusia, lalu menggoreskannya ke dalam media hingga dapat dinikmati dan memberkati banyak orang. Tak sekadar karena keindahannya, tapi juga sekumpulan misteri yang ada. Rembrandt Harmenszoon van Rijn, pria berdarah seni yang lahir sekitar tahun 1606 di Leiden, Belanda, adalah satu di antaranya.
Banyak orang mengenal Rembrandt sebagai seorang seniman barok Belanda, satu di antara pelukis besar dalam sejarah seni dunia. Karirnya sebagai seorang seniman dimulai dengan belajar secara bersama-sama, dari studio satu ke studio lain, di bawah asuhan pelukis-pelukis hebat di masanya. Satu di antaranya adalah studio Jacob van Swanenburgh. Di masa mudanya, Rembrandt juga dikenal sebagai seorang yang berjiwa pembelajar. Tak heran jika dalam waktu singkat, 6 bulan, ia sudah dapat menguasai apa yang diajarkan seniman seniornya, Pieter Lastman, seorang pelukis sejarah asal Amsterdam, Belanda.

Sekembalinya dari Belanda, Rembrandt kembali mengasah apa yang didapatkan dari senior-seniornya. Alhasil lebih dari 600 lukisan, dengan kira-kira 60 buah di antaranya adalah lukisan potret pun berhasil diciptakannya. Tak berhenti sampai di situ, pergelutan antara karya seni dan spiritualitas memaksanya untuk merasuk jauh lebih dalam lagi ke dalam meng-gumuli persoalan ini. Tak sekadar mengekspresikan spiritualitasnya ke dalam kanvas, menunjukkan kepada lebih banyak orang tentang subyektifitas makna yang multi dari satu obyek tertentu, tapi juga membawa orang yang mengamati obyek tersebut merasakan jiwa dan aspek ilahi dari apa yang digambarkannya. baca selengkapnya,..

Rabu, 07 Oktober 2009

Jonathan Edwards: Melihat Tuhan dalam Lukisan Semesta

Jonathan Edwards, Teolog

ALAM semesta adalah lukisan agung yang mahabesar nan indah sepanjang sejarah. Dari alam orang dapat mem-peroleh banyak hal. Tak sekadar berupa materi yang dapat memuaskan diri secara fisik, lebih dari itu, alam juga menyediakan beragam makna yang dapat memuaskan jiwa dan mengha-dirkan ide-ide dengan beragam kompleksitasnya. Menariknya lagi, dari alam orang juga dapat memahami betapa hebatnya Sang Pencipta yang telah melukiskannya dan menghadirkannya secara nyata. Tak heran jika kemudian banyak orang mencoba menilik, mengamati, juga menyelidiki secara mendalam luas dan da-lamnya makna dari alam semesta. Satu di antaranya tersebutlah nama Jonathan Ed-wards, seorang teolog, dan misionaris untuk penduduk asli Amerika.

Sebagai seorang pengagum alam semes-ta, Jonathan Edwards menemukan beragam makna yang luar biasa dari alam semesta. Tak heran jika pria yang lahir pada 5 Oktober 1703 ini begitu mengagumi penemuan-penemuan Isaac Newton dan ilmuwan-ilmuwan lain pada masanya. Bahkan sebelum Edwards me-mutuskan untuk mem-baktikan diri dalam pelayanan secara penuh, ia pun sempat menghasilkan karya tulis tentang beragam topik filsafat alam, di antaranya adalah “laba-laba terbang”, cahaya, dan benda-benda optik lainya.
Ketertarikannya pada alam semesta tak terlepas dari studinya di Yale College, termasuk keter-tarikannya mempelajari tulisan John Locke “Essay Concerning Human Understanding” yang kemudian sangat memengaruhi-nya. Selama kuliah, di Yale College, pria muda yang nantinya akan menjadi pendeta kolonial American Congregational (Jemaat Amerika) ini, juga dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan produktif, khususnya keterlibatannya dalam diskursus keilmuan. Hal ini terlihat jelas dari keseriusannya meng-gumulkan tentang sesuatu yang kemudian dikumpulkannya dalam catatan penting yang diberi nama “The Mind”, “Natural Science” (berisi sebuah diskusi mengenai teori atom), “The Scriptures”, dan “Miscellanies” yang berisi rencana besar untuk sebuah karya dalam bidang filosofi alam dan jiwa, termasuk merumuskan teori dan aturannya sendiri dalam rencananya tersebut. baca selanjutnya...

Senin, 24 Agustus 2009

Camilo Torres, Perjuangkan Hak Rakyat Tertindas

113. jejak.jpg
19.08.09 10:05
MELAYANI dan melindungi umat sudah barang tentu tugas wajib seorang hamba Tuhan. Tak hanya perlindungan dari rongrongan dari beragam hal yang dapat menyesatkan umat, tapi juga perlindungan dari ... read more »

St. Bernardus,Bimbing Orang Menuju Progresivitas Iman

112 jejak.jpg
04.08.09 14:14
MENGERTI Alkitab dengan baik, tentu dambaan setiap orang Kristen. Namun sayang, pengertian Alkitab kerap diidentikkan dengan penjelasan kata-kata dari untaian kalimat retorik, ...

Rabu, 15 Juli 2009

Sahabat dan Bapak Kaum MudaDon Bosco, Pastur

don_bosco1.jpg
14.07.09 14:57
SANTO Yohanes Bosco (16 Agustus 1815 - 31 Januari 1888) atau lebih akrab dipanggil Don Bosco, sering dijuluki sebagai “bapak kaum muda”, adalah seorang pendidik dan pastur. Ia ...

Jumat, 03 Juli 2009

Richard Hooker 1554-1600, Membela Tradisi Lama

hooker2.jpg
01.07.09 10:23
PERUBAHAN, termasuk perubahan dari kondisi buruk ke kondisi yang lebih baik, ada kalanya selalu diikuti dengan ketidaknyamanan. Hidup di masa transisi tentu bukan satu hal yang mudah ...

Selasa, 23 Juni 2009

Reformata Tabloid - Iran bungkam unjuk rasa

Reformata Tabloid - Iran bungkam unjuk rasa
Pihak berwenang Iran menggelar ribuan petugas keamanan di jalan-jalan Teheran, sehari setelah protes massal atas hasil pemilu.

Sejumlah saksi mata mengatakan tidak ada rapat umum di Tehera pada hari Minggu, sehari setelah 10 orang dilaporkan tewas dalam bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa.


Shared via Read more

Reformata Tabloid - Iran bungkam unjuk rasa

Reformata Tabloid - Iran bungkam unjuk rasa
Pihak berwenang Iran menggelar ribuan petugas keamanan di jalan-jalan Teheran, sehari setelah protes massal atas hasil pemilu.

Sejumlah saksi mata mengatakan tidak ada rapat umum di Tehera pada hari Minggu, sehari setelah 10 orang dilaporkan tewas dalam bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa.


Shared via Read more

Minggu, 21 Juni 2009

Podcast

podcast_recording_editing_tools.jpg
24.04.09 11:57

podcast_recording_editing_tools.jpg
24.04.09 11:49

podcast_recording_editing_tools.jpg
24.04.09 11:45

podcast_recording_editing_tools.jpg
24.04.09 11:36

podcast_recording_editing_tools.jpg
24.03.09 15:51

podcast_recording_editing_tools.jpg
24.03.09 15:48

podcast_recording_editing_tools.jpg
24.03.09 15:44

podcast_recording_editing_tools.jpg
24.03.09 15:43

podcast_recording_editing_tools.jpg
22.03.09 12:38

podcast_recording_editing_tools.jpg
21.03.09 13:39

podcast_recording_editing_tools.jpg
21.03.09 13:37

podcast_recording_editing_tools.jpg
21.03.09 13:35

podcast_recording_editing_tools.jpg
21.03.09 13:26

podcast_recording_editing_tools.jpg
21.03.09 13:25

podcast_recording_editing_tools.jpg
21.03.09 13:22


podcast_recording_editing_tools.jpg
21.03.09 13:39

podcast_recording_editing_tools.jpg
21.03.09 13:37

podcast_recording_editing_tools.jpg
21.03.09 13:35

podcast_recording_editing_tools.jpg
21.03.09 13:26

podcast_recording_editing_tools.jpg
21.03.09 13:25

podcast_recording_editing_tools.jpg
21.03.09 13:22

podcast_recording_editing_tools.jpg
21.03.09 13:20
podcast_recording_editing_tools.jpg
21.03.09 13:18

podcast_recording_editing_tools.jpg
21.03.09 13:15

podcast_recording_editing_tools.jpg
21.03.09 13:14

podcast_recording_editing_tools.jpg
21.03.09 13:12

podcast_recording_editing_tools.jpg
21.03.09 13:10

podcast_recording_editing_tools.jpg
21.03.09 13:08

21.03.09 13:06

21.03.09 13:02


podcast_recording_editing_tools.jpg
25.02.09 15:04

podcast_recording_editing_tools.jpg
25.02.09 15:01

25.02.09 14:57

podcast_recording_editing_tools.jpg
25.02.09 14:53

podcast_recording_editing_tools.jpg
25.02.09 14:28

podcast_recording_editing_tools.jpg
25.02.09 14:25

podcast_recording_editing_tools.jpg
25.02.09 14:18

podcast_recording_editing_tools.jpg
25.02.09 14:11

podcast_recording_editing_tools.jpg
19.02.09 17:39

podcast_recording_editing_tools.jpg
19.02.09 17:35

podcast_recording_editing_tools.jpg
19.02.09 17:24

podcast_recording_editing_tools.jpg
19.02.09 17:20

podcast_recording_editing_tools.jpg
19.02.09 17:14

podcast_recording_editing_tools.jpg
19.02.09 17:10

podcast_recording_editing_tools.jpg
19.02.09 17:07


podcast_recording_editing_tools.jpg
19.02.09 10:55

podcast_recording_editing_tools.jpg
13.02.09 18:11

podcast_recording_editing_tools.jpg
13.02.09 18:05


podcast_recording_editing_tools.jpg
13.02.09 17:55

podcast_recording_editing_tools.jpg
13.02.09 12:15

podcast_recording_editing_tools.jpg
13.02.09 12:08

podcast_recording_editing_tools.jpg
13.02.09 12:02

podcast_recording_editing_tools.jpg
13.02.09 11:56

podcast_recording_editing_tools.jpg
25.01.09 10:45

25.01.09 10:40

podcast_recording_editing_tools.jpg
25.01.09 10:38

podcast_recording_editing_tools.jpg
25.01.09 10:36

podcast_recording_editing_tools.jpg
25.01.09 10:34

podcast_recording_editing_tools.jpg
25.01.09 10:34


podcast_recording_editing_tools.jpg
16.01.09 14:49


podcast_recording_editing_tools.jpg
16.01.09 14:47


podcast_recording_editing_tools.jpg
16.01.09 14:45


podcast_recording_editing_tools.jpg
16.01.09 14:42


podcast_recording_editing_tools.jpg
16.01.09 14:42
podcast_recording_editing_tools.jpg
16.01.09 10:58


podcast_recording_editing_tools.jpg
11.01.09 15:50

podcast_recording_editing_tools.jpg
11.01.09 15:05


podcast_recording_editing_tools.jpg
11.01.09 15:02


podcast_recording_editing_tools.jpg
11.01.09 14:59

podcast_recording_editing_tools.jpg
11.01.09 14:34

podcast_recording_editing_tools.jpg
11.01.09 14:31

podcast_recording_editing_tools.jpg
11.01.09 14:23

podcast_recording_editing_tools.jpg
07.01.09 10:06


podcast_recording_editing_tools.jpg
07.01.09 10:03


podcast_recording_editing_tools.jpg
07.01.09 10:00

podcast_recording_editing_tools.jpg
07.01.09 09:57

podcast_recording_editing_tools.jpg
07.01.09 09:54


podcast_recording_editing_tools.jpg
07.01.09 09:50

podcast_recording_editing_tools.jpg
05.01.09 13:20

podcast_recording_editing_tools.jpg
05.01.09 13:11

podcast_recording_editing_tools.jpg
05.01.09 13:08

podcast_recording_editing_tools.jpg
05.01.09 13:02

podcast_recording_editing_tools.jpg
05.01.09 12:53

podcast_recording_editing_tools.jpg
05.01.09 12:50
podcast.png
04.01.09 13:30


podcast.png
04.01.09 13:21

podcast.png
04.01.09 13:17

podcast.png
04.01.09 13:04


podcast.png
04.01.09 12:56


podcast.png
04.01.09 10:06


podcast.png
04.01.09 09:56


podcast.png
04.01.09 09:51


podcast.png
04.01.09 09:44


podcast.png
02.01.09 16:37


podcast.png
02.01.09 16:33


podcast.png
02.01.09 16:29


podcast.png
02.01.09 16:25


podcast.png
02.01.09 14:33


podcast.png
02.01.09 14:31


podcast.png
02.01.09 14:28


podcast.png
02.01.09 13:48


podcast.png
02.01.09 13:27

podcast.png
02.01.09 12:57


podcast.png
02.01.09 12:24


podcast.png
02.01.09 12:19

podcast.png
02.01.09 10:14


podcast.png
02.01.09 10:10


podcast.png
02.01.09 10:02

podcast.png
02.01.09 09:58




podcast.png
30.12.08 18:29

podcast.png
29.12.08 13:20

podcast.png
28.12.08 16:08
podcast.png
28.12.08 15:52

podcast.png
28.12.08 15:49

podcast.png
27.12.08 14:24

podcast.png
28.11.08 16:04

Rabu, 17 Juni 2009

Benediktus dari Nursia, Tinggalkan Kemewahan Dunia demi Kristus

13.06.09 11:11
JAMAN yang serba maju dengan segala macam keindahan dan semburat kemewahan tak jarang membuat orang menjadi lupa diri. Orang hanya senang bergelut dengan bayangan dunia yang sementara dan lupa ...
Suseskan "Visit Idonesia Year 2009"
Embed Banner Berikut kedalam blog atau web anda





KLIK GAMBAR DIBAWAH UNTUK MEMPERBESAR FLASH

MATEMATIKA

FISIKA

KIMIA

VIDEO TUTORIAL
RADIO
TV ONLINE
E-LEARNING
GAME
LIVE CCTV
VIDEO KESAKSIAN
Podcast